Oleh Rizal Adlan
165150200111080
Kelompok 26 Cluster 7
165150200111080
Kelompok 26 Cluster 7
Munculnya Ide “Generasi Indonesia Emas 2045”
Indonesia,
negara beribu pulau ini merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk
terbanyak di dunia. Terhitung per awal bulan November ini ada 261,765,662 (dua
ratus enam puluh satu juta tujuh ratus enam puluh lima ribu enam ratus enam
puluh dua) penduduk yang terdata tinggal di Indonesia (sumber: http://www.worldometers.info/world-population/indonesia-population/),
dan menjadi negara nomor 4 dengan warga terbanyak di dunia.
Dengan
jumlah penduduk yang sebanyak ini, bagaimanakah nasib Indonesia sekarang? Amat
disayangkan, menurut saya Indonesia sendiri masih jauh dari kata “emas” pada
saat ini. Kemiskinan masih menjadi problem utama yang melanda negeri ini.
Begitu juga jumlah pengangguran yang begitu banyak akibat kalah bersaing dengan
warga negara asing yang masuk ataupun karena sudah digantikan pekerjaannya oleh
mesin yang lebih efisien dan murah. Tak lupa juga, masalah pendidikan yang
menurut saya amat sangat belum merata ke seluruh bagian negara Indonesia ini.
Wajar memang, dengan negara yang besar dan juga dibelah oleh lautan seperti
ini, memang agak sulit menangani beberapa hal diatas secara berbarengan.
Apakah
Indonesia, negara yang katanya masuk dalam kategori “negara berkembang”, akan
terus mengalami problema ini secara terus menerus? Jawabannya “Tidak”.
Setidaknya begitulah yang dikatakan oleh Kemendikbud yang telah mengangkat tema
“Bangkitnya Generasi Emas Indonesia”
dalam rangka Hari Pendidikan Nasional tahun 2012. Mendikbud Muhammad Nuh
berujar, “Tahun ini kami canangkan sebagai masa ‘menanam’ generasi emas
tersebut. Dari 2012-2035, Indonesia mendapat bonus demografi, dimana jumlah
penduduk usia produktif paling tinggi di antara usia anak-anak dan orang tua”.
Generasi emas sendiri merupakan generasi yang mampu bersaing
secara global dengan bermodalkan kecerdasan yang komprehensif antara lain
produktif, inovatif, damai dalam interaksi sosialnya, sehat dan menyehatkan
dalam interaksi alamnya, dan berperadaban unggul. Hal ini merupakan harapan
terbesar bangsa Indonesia di tahun 2045 nanti. Bukan tanpa perhitungan dalam
merumuskan cita-cita ini, dalam upaya mewujudkan generasi emas ini Indonesia
didukung dengan kondisi demografi dimana usia produktif paling tinggi di usia
anak-anak dan orang tua.
Berbicara tentang Indonesia Emas, seperti yang dikatakan oleh
pak Muhammad Nuh diatas, Indonesia mendapat ‘bonus demografi’. Apa itu bonus
demografi? Disebutkan dalam infopublik.kominfo.go.id (2012), bahwa periode
bonus demografi Indonesia berlangsung pada 2010-2035, di mana usia produktif
paling tinggi di antara usia anak-anak dan orang tua. Berdasarkan data Badan
Pusat Statistik 2011, jumlah penduduk Indonesia 2010 usia muda lebih banyak
dibandingkan dengan usia tua. Dalam data itu terlihat, jumlah anak kelompok
usia 0-9 tahun sebanyak 45,93 juta, sedangkan anak usia 10-19 tahun berjumlah 43,55
juta jiwa. Nanti pada 2045, mereka yang usia 0-9 tahun akan berusia 35-45
tahun, sedangkan yang usia 10-20 tahun berusia 45-54.
Dengan berpegang kepada statistik tersebut, pak Muhammad Nuh
berharap nanti pada tahun 2045 Indonesia akan mempunyai para pemuda “Generasi Emas” yang akan memimpin NKRI menuju arah yang
lebih baik.
Mahasiswa, dan Generasi Emas 2045
Sudah
dijelaskan diatas bahwa “Generasi Emas 2045” yang dicanangkan oleh Kemendikbud
ini berfokus para pemuda yang akan memimpin negeri ini pada masa yang akan
datang. Lalu, adakah peran mahasiswa dalam hal ini? Ya, ada. Begitulah menurut
saya.
Mahasiswa merupakan generasi emas
bangsa yang seringkali digambarkan sebagai sosok unggul, pilihan, kreatif dan
memilki integritas tinggi serta intelektual yang luar biasa. Mahasiswa. Awal
pergerakan, pergerakan peradaban, pergerakan pemikiran, pergerakan idealisme.
Mahasiswa bukan hanya sebagai penggerak terhebat tetapi juga kelompok
intelektual yang memilki pemikiran yang layak diperhitungkan. Idealisme kuat,
kritis, kreatif tetapi tidak anarkis menjadi kekuatan mahasiswa.
Bagaimana cara kita, mahasiswa,
terlibat dan ikut membantu dalam membangun Generasi Emas 2045”? Berbicara
mengenai posisi kita sebagai mahasiswa, kita bisa ikut membantu lewat cara yang
ada pada Tri Darma Perguruan Tinggi. Yaitu; Pendidikan dan Pengajaran,
Penelitian, Pengabdian pada masyarakat sebagai seorang mahasiswa diharapkan
mampu menjadi agen perubahan kearah yang lebih baik dengan landasan moral yang
kuat dan lurus.
Ya, itulah mahasiswa sebagai
Generasi Emas. Generasi perintis perubahan dalam rangka membentuk kehidupan dan
peradaban bangsa yang dinamis ke arah yang lebih baik. Untuk membangun
Indonesia Emas 2045 melalu Pendidikan dan Pengajaran misalnya, kita bisa
membantu anak-anak sekarang (yang masih bersekolah di SD dan SMP dan yang akan
menjadi salah satu dari generasi emas 2045) untuk mempelajari “Apa sih itu
Indonesia?” dan “Bagaimana cara untuk membuat Indonesia lebih maju dari
sekarang” dengan cara yang mudah dipahami anak jaman sekarang.
Jadi, Akankah Terwujud Program “Indonesia Emas 2045”?
Jika
ada yang bertanya, akankah terwujud program Indonesia Emas 2045 yang
dicanangkan oleh Kemendikbud pada tahun 2012 itu? Sayang sekali, dari yang
terlihat dari realita saat ini, akan sangat sulit bagi pemerintah untuk
mewujudkan program tersebut.
Kenapa
saya berpendapat seperti itu? Cobalah kita tengok kepada para remaja saat ini,
yang begitu gampangnya terpengaruh oleh pergaulan negatif yang ada
disekitarnya. Juga banyak anak jaman sekarang yang tidak taat kepada orang
tuanya (untuk melakukan hal baik). Banyak remaja yang tingkah laku dan sikapnya
jauh dari kata baik. Suka mencemooh sana sini, tidak bisa menjaga emosi, dan
sebagainya. Banyak juga para remaja sekarang, yang lebih memilih bermain warnet/bermain
bersama temannya berjam-jam ketimbang belajar dirumah walau hanya setengah jam,
bahkan sampai pulang malam atau bahkan menginap. Belum lagi ada saja yang masih
mau mencoba-coba barang haram (Narkoba) dan akhirnya terjerumus dalam lingkaran
setan yang dinamakan Sakau. Bagaimana
Indonesia akan “Emas” jika para pemudanya saja seperti ini?
Saya
khawatir jika hal seperti ini tidak ditanggulangi dengan baik oleh pemerintah
saat ini, hal yang dinamakan “Bonus Demografi” diatas selain menimbulkan hal
baik seperti banyaknya jumlah pemuda produktif dimasa yang akan datang, juga (atau
malah) menimbulkan hal buruk. Yaitu para pemuda yang malas, tidak berperilaku
baik dan sopan, dan lain sebagainya yang bukannya membawa Indonesia menuju
Generasi Emas, malah membawa Indonesia kedalam “Generasi Kelam”.
Bantu Untuk Mewujudkan Generasi Emas 2045
Memang seperti yang saya katakan diatas,
akan sangat sulit bagi pemerintah untuk mewujudkan program Generasi Indonesia
Emas 2045. Tetapi, sangat sulit bukan berarti Mustahil. Kita sebagai Mahasiswa,
dapat membantu pemerintah dalam mensukseskan program ini.
Kita harus membantu menyadarkan
para remaja yang sudah terlanjur masuk kedalam pergaulan negatif agar tidak
melakukan sesuatu hal yang merusak, khususnya merusak bangsa (secara tak
langsung) dan merusak dirinya sendiri. Pemerintah juga harus mulai membenahi
pendidikan yang ada sekarang agar para remaja yang saat ini masih duduk di
bangku SD, SMP, dan SMA saat ini tidak memasuki area pergaulan negatif. Tidak
hanya pendidikan standar, pendidikan moral dan disiplinitas harus dikedepankan
juga agar kelak Generasi 2045 kedepan bisa menjadi “Emas” dan tidak membuat
bangsanya kecewa.
Tidak
hanya dalam pergaulan dan pendidikan, remaja sekarang juga harus diberi
bimbingan moral religi/agama. Bimbingan agama itu sangatlah penting bagi para
remaja sekarang. Kita sering kali melihat para pemuda yang pintar, disiplin,
tetapi malah mengaplikasikan kepintarannya kedalam hal yang tidak baik karena kurangnya
bimbingan moral agama. Bimbingan moral penting, agar kelak Generasi Emas yang
akan datang tidak hanya memiliki otak cerdas, namun juga moral yang baik agar
kedepan tidak menjadi keblinger
(menggunakan kepintarannya dengan cara yang tidak benar).
Kesimpulan: Terwujudlah! Generasi Emas 2045
Siapa yang tak mau mimpinya
terwujud? Semua orang pasti ingin mimpinya terwujud. Begitu juga dengn kita
semua khususnya Rakyat Indonesia, yang menginginkan terwujudnya program
Generasi Indonesia Emas 2045. Dalam rangka mewujudkan program tersebut, kita
sebagai Mahasiswa dan juga Penduduk NKRI harus berkerja sama dengan Pemerintah,
khususnya Kemendikbud. Agar program ini dapat terwujud dan terselesaikan dengan
baik dan sesuai yang diharpkan.
Akhir
kata, seperti yang dikatakan oleh karakter dari Serial
TV yang saya sukai, saya akan menyerukan:
Terwujudlah! Mimpi Kita Semua
Terwujudlah! Generasi Emas 2045
No comments:
Post a Comment