+ -

Pages

Saturday, November 19, 2016

Terwujudlah! Generasi Indonesia Emas 2045

Oleh Rizal Adlan
165150200111080
Kelompok 26 Cluster 7

Munculnya Ide “Generasi Indonesia Emas 2045”

                Indonesia, negara beribu pulau ini merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Terhitung per awal bulan November ini ada 261,765,662 (dua ratus enam puluh satu juta tujuh ratus enam puluh lima ribu enam ratus enam puluh dua) penduduk yang terdata tinggal di Indonesia (sumber: http://www.worldometers.info/world-population/indonesia-population/), dan menjadi negara nomor 4 dengan warga terbanyak di dunia.

                Dengan jumlah penduduk yang sebanyak ini, bagaimanakah nasib Indonesia sekarang? Amat disayangkan, menurut saya Indonesia sendiri masih jauh dari kata “emas” pada saat ini. Kemiskinan masih menjadi problem utama yang melanda negeri ini. Begitu juga jumlah pengangguran yang begitu banyak akibat kalah bersaing dengan warga negara asing yang masuk ataupun karena sudah digantikan pekerjaannya oleh mesin yang lebih efisien dan murah. Tak lupa juga, masalah pendidikan yang menurut saya amat sangat belum merata ke seluruh bagian negara Indonesia ini. Wajar memang, dengan negara yang besar dan juga dibelah oleh lautan seperti ini, memang agak sulit menangani beberapa hal diatas secara berbarengan.

                Apakah Indonesia, negara yang katanya masuk dalam kategori “negara berkembang”, akan terus mengalami problema ini secara terus menerus? Jawabannya “Tidak”. Setidaknya begitulah yang dikatakan oleh Kemendikbud yang telah mengangkat tema “Bangkitnya Generasi Emas Indonesia” dalam rangka Hari Pendidikan Nasional tahun 2012. Mendikbud Muhammad Nuh berujar, “Tahun ini kami canangkan sebagai masa ‘menanam’ generasi emas tersebut. Dari 2012-2035, Indonesia mendapat bonus demografi, dimana jumlah penduduk usia produktif paling tinggi di antara usia anak-anak dan orang tua”.

Generasi emas sendiri merupakan generasi yang mampu bersaing secara global dengan bermodalkan kecerdasan yang komprehensif antara lain produktif, inovatif, damai dalam interaksi sosialnya, sehat dan menyehatkan dalam interaksi alamnya, dan berperadaban unggul. Hal ini merupakan harapan terbesar bangsa Indonesia di tahun 2045 nanti. Bukan tanpa perhitungan dalam merumuskan cita-cita ini, dalam upaya mewujudkan generasi emas ini Indonesia didukung dengan kondisi demografi dimana usia produktif paling tinggi di usia anak-anak dan orang tua.

Berbicara tentang Indonesia Emas, seperti yang dikatakan oleh pak Muhammad Nuh diatas, Indonesia mendapat ‘bonus demografi’. Apa itu bonus demografi? Disebutkan dalam infopublik.kominfo.go.id (2012), bahwa periode bonus demografi Indonesia berlangsung pada 2010-2035, di mana usia produktif paling tinggi di antara usia anak-anak dan orang tua. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2011, jumlah penduduk Indonesia 2010 usia muda lebih banyak dibandingkan dengan usia tua. Dalam data itu terlihat, jumlah anak kelompok usia 0-9 tahun sebanyak 45,93 juta, sedangkan anak usia 10-19 tahun berjumlah 43,55 juta jiwa. Nanti pada 2045, mereka yang usia 0-9 tahun akan berusia 35-45 tahun, sedangkan yang usia 10-20 tahun berusia 45-54.

Dengan berpegang kepada statistik tersebut, pak Muhammad Nuh berharap nanti pada tahun 2045 Indonesia akan mempunyai  para pemuda “Generasi Emas”  yang akan memimpin NKRI menuju arah yang lebih baik.

Mahasiswa, dan Generasi Emas 2045

                Sudah dijelaskan diatas bahwa “Generasi Emas 2045” yang dicanangkan oleh Kemendikbud ini berfokus para pemuda yang akan memimpin negeri ini pada masa yang akan datang. Lalu, adakah peran mahasiswa dalam hal ini? Ya, ada. Begitulah menurut saya.

Mahasiswa merupakan generasi emas bangsa yang seringkali digambarkan sebagai sosok unggul, pilihan, kreatif dan memilki integritas tinggi serta intelektual yang luar biasa. Mahasiswa. Awal pergerakan, pergerakan peradaban, pergerakan pemikiran, pergerakan idealisme. Mahasiswa bukan hanya sebagai penggerak terhebat tetapi juga kelompok intelektual yang memilki pemikiran yang layak diperhitungkan. Idealisme kuat, kritis, kreatif tetapi tidak anarkis menjadi kekuatan mahasiswa.

Bagaimana cara kita, mahasiswa, terlibat dan ikut membantu dalam membangun Generasi Emas 2045”? Berbicara mengenai posisi kita sebagai mahasiswa, kita bisa ikut membantu lewat cara yang ada pada Tri Darma Perguruan Tinggi. Yaitu; Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian pada masyarakat sebagai seorang mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan kearah yang lebih baik dengan landasan moral yang kuat dan lurus.

Ya, itulah mahasiswa sebagai Generasi Emas. Generasi perintis perubahan dalam rangka membentuk kehidupan dan peradaban bangsa yang dinamis ke arah yang lebih baik. Untuk membangun Indonesia Emas 2045 melalu Pendidikan dan Pengajaran misalnya, kita bisa membantu anak-anak sekarang (yang masih bersekolah di SD dan SMP dan yang akan menjadi salah satu dari generasi emas 2045) untuk mempelajari “Apa sih itu Indonesia?” dan “Bagaimana cara untuk membuat Indonesia lebih maju dari sekarang” dengan cara yang mudah dipahami anak jaman sekarang.

Jadi, Akankah Terwujud Program “Indonesia Emas 2045”?

                Jika ada yang bertanya, akankah terwujud program Indonesia Emas 2045 yang dicanangkan oleh Kemendikbud pada tahun 2012 itu? Sayang sekali, dari yang terlihat dari realita saat ini, akan sangat sulit bagi pemerintah untuk mewujudkan program tersebut.

                Kenapa saya berpendapat seperti itu? Cobalah kita tengok kepada para remaja saat ini, yang begitu gampangnya terpengaruh oleh pergaulan negatif yang ada disekitarnya. Juga banyak anak jaman sekarang yang tidak taat kepada orang tuanya (untuk melakukan hal baik). Banyak remaja yang tingkah laku dan sikapnya jauh dari kata baik. Suka mencemooh sana sini, tidak bisa menjaga emosi, dan sebagainya. Banyak juga para remaja sekarang, yang lebih memilih bermain warnet/bermain bersama temannya berjam-jam ketimbang belajar dirumah walau hanya setengah jam, bahkan sampai pulang malam atau bahkan menginap. Belum lagi ada saja yang masih mau mencoba-coba barang haram (Narkoba) dan akhirnya terjerumus dalam lingkaran setan yang dinamakan Sakau. Bagaimana Indonesia akan “Emas” jika para pemudanya saja seperti ini?

                Saya khawatir jika hal seperti ini tidak ditanggulangi dengan baik oleh pemerintah saat ini, hal yang dinamakan “Bonus Demografi” diatas selain menimbulkan hal baik seperti banyaknya jumlah pemuda produktif dimasa yang akan datang, juga (atau malah) menimbulkan hal buruk. Yaitu para pemuda yang malas, tidak berperilaku baik dan sopan, dan lain sebagainya yang bukannya membawa Indonesia menuju Generasi Emas, malah membawa Indonesia kedalam “Generasi Kelam”.

Bantu Untuk Mewujudkan Generasi Emas 2045

Memang seperti yang saya katakan diatas, akan sangat sulit bagi pemerintah untuk mewujudkan program Generasi Indonesia Emas 2045. Tetapi, sangat sulit bukan berarti Mustahil. Kita sebagai Mahasiswa, dapat membantu pemerintah dalam mensukseskan program ini.

Kita harus membantu menyadarkan para remaja yang sudah terlanjur masuk kedalam pergaulan negatif agar tidak melakukan sesuatu hal yang merusak, khususnya merusak bangsa (secara tak langsung) dan merusak dirinya sendiri. Pemerintah juga harus mulai membenahi pendidikan yang ada sekarang agar para remaja yang saat ini masih duduk di bangku SD, SMP, dan SMA saat ini tidak memasuki area pergaulan negatif. Tidak hanya pendidikan standar, pendidikan moral dan disiplinitas harus dikedepankan juga agar kelak Generasi 2045 kedepan bisa menjadi “Emas” dan tidak membuat bangsanya kecewa.

Tidak hanya dalam pergaulan dan pendidikan, remaja sekarang juga harus diberi bimbingan moral religi/agama. Bimbingan agama itu sangatlah penting bagi para remaja sekarang. Kita sering kali melihat para pemuda yang pintar, disiplin, tetapi malah mengaplikasikan kepintarannya kedalam hal yang tidak baik karena kurangnya bimbingan moral agama. Bimbingan moral penting, agar kelak Generasi Emas yang akan datang tidak hanya memiliki otak cerdas, namun juga moral yang baik agar kedepan tidak menjadi keblinger (menggunakan kepintarannya dengan cara yang tidak benar).

Kesimpulan: Terwujudlah! Generasi Emas 2045

Siapa yang tak mau mimpinya terwujud? Semua orang pasti ingin mimpinya terwujud. Begitu juga dengn kita semua khususnya Rakyat Indonesia, yang menginginkan terwujudnya program Generasi Indonesia Emas 2045. Dalam rangka mewujudkan program tersebut, kita sebagai Mahasiswa dan juga Penduduk NKRI harus berkerja sama dengan Pemerintah, khususnya Kemendikbud. Agar program ini dapat terwujud dan terselesaikan dengan baik dan sesuai yang diharpkan.

Akhir kata, seperti yang dikatakan oleh karakter dari Serial TV  yang saya sukai, saya akan menyerukan:
Terwujudlah! Mimpi Kita Semua
Terwujudlah! Generasi Emas 2045
5 Rizal Adlan: Terwujudlah! Generasi Indonesia Emas 2045 Oleh Rizal Adlan 165150200111080 Kelompok 26 Cluster 7 Munculnya Ide “Generasi Indonesia Emas 2045”                 Indonesia, negar...

No comments:

Post a Comment

<